Rabu, 16 Februari 2011

PROFIL: Nagari Tanjung Bonai


Tanjuang Bonai merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar.

Nagari tanjung bonai memiliki wilayah seluas 87,04 km2 , dengan ketinggian 515-710 meter dari atas permukaan laut, dahulunya terdiri dari 26 jorong,
Adapun batas nagari adalah:
(1) sebelah barat : batu bulek
(2) sebelah timur : lubuak jantan/ sumpur kudus
(3) sebelah selatan : balai tanggah/ lubuak jantan
(4) sebelah utara : halaban kab. Lima puluh kota

Adapun Jorong yang ada dinagari Tanjung Bonai Ini diantaranya:
Batu Papuru · Bukik · Bumbun Aia · Cubadak Randah · Duwek · Guguak Sikabu · Gunuang Ledang · Kayumarantiang · Korong Nan Ampek · Koto · Kotoniu · Lakuak · Padang Laweh · Pamasihan · Parik Sungayang · Piubuh · Ranah Kodok · Sembayan · Situga · Tabek Akiang · Tanah Badabuih · Tanjuang Bonai · Tanjuang Kaciak · Tanjuang Lansek · Tanjuang Modang · Tanjuang Tangah

Asal Usul Nama Nagari

Nagari tanjuang bonai berasal dari nama ( tanguang bona) artinya posisi nagari tanjuang bonai berada di pertengahan antara Batusangkar dan Payakumbuh, jadi tanggung ke Payakumbuh dan tanggung ke Batusangkar. Sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa nagari tanjuang bonai terdiri dari banyak tanjuang, seperti tanjuang bone, tanjuang nan ditangah, tanjuang kaciak ( kecil), tanjuang modang (besar).

Suku Dan pola Adat

Nagari tanjuang bonai memakai pola adat ”bodi caniago”, terdapat empat suku, yaitu:
(1) suku paya badar
(2) suku mandahiliang
(3) suku caniago
(4) suku piliang

Keadaan Alam Tanjuang Bonai

* Hutan dinagari Tanjuang Bonai terdapat seluas 3055 Ha dalam bentuk lindung yang termasuk ulayat nagari.
* Tanah dinagari Tanjuang Bonai ada seluas 8.704 Ha, berbentuk pekarangan/ banguna seluas 370 Ha dan lain-lain seluas 150 Ha.
* Sungai dinagari Tanjuang Bonai terdapat 3 aliran, yaitu: batang sinamar sepanjang 15 km, berbatasan dengan Nagari Halaban sampai Tepi Selo dan Batang Sinamar yang berbatasan dengan Lubuak Jantan dan Halaban dan kedua Batang Mangus sepanjang 25 km, berbatasan dari Gunung Sago sampai Lubuak Jantan. Sungai tersebut dimanfaatkan oleh anak nagari untuk mengairi sawah, disamping itu juga terdapat galian C (batu, pasir, krekel).
* Kolam dinagari tanjuang bonai terdapat seluas 29,7 Ha dimiliki secara pribadi dalam persukuan.
* Tambak dinagari Tanjuang Bonai tidak ada.
* Tambang dinagari Tanjuang Bonai terdapat 1 lokasi, berada diatas tanah ulayat nagari (ICCI).
* Danau dinagari Tanjuang Bonai tidak ada.
* Laut dinagari Tanjuang Bonai tidak ada.
* Gunung dinagari Tanjuang Bonai ada 2 nama yaitu: Gunung Sago dan Gunung Malintang, keduanya tidak aktif berbatasan dengan Payakumbuh kabupaten 50 Kota.
* Bukit dinagari Tanjuang Bonai tidak ada.
* Sawah dinagari Tanjuang Bonai terdapat seluas 815 Ha, milik persukuan, terdiri dari tadah hujan dan pengairan tali bandar.
* Kebun dinagari Tanjuang Bonai tidak ada.
* Ladang dinagari Tanjuang Bonai terdapat seluas 439 Ha, ladang tersebut dimanfaatkan oleh anak nagari untuk tanaman palwija.
* Peternakan dinagari Tanjuang Bonai terdapat dalam bentuk peternak sapi sekitar 621 ekor, kerbau sebanyak 740 ekor dan ternak ayam/ itik rata-rata ada dimasing-masing rumah tangga.
* Ngalau/ goa dinagari Tanjuang Bonai terdapat 3 lokasi, yaitu: pintu ngalau, ngalau siambek dan ngalau pamsihan. Masing-masing berada diatas tanah ulayat nagari tanjuang bonai dan khusus dingalau pamsihan terdapat sarangburung walet.
* Jalan dinagari tanjuang bonai terdapat sepanjang 87 km, terdiri dari jalan provinsi sepanjang 12 km, jalan kabupaten 35 km dan jalan nagari/ jorong 40 km.
* Tempat rekreasi dinagari tanjuang bonai teerdapat 3 lokasi, yaitu: gunung ledang dalam bentuk panorama dijorong tanjuang bonai barat, air terjun sapta marga dijorong tanjuang bonai utara dan arung jeram dijorong pamasean,. Tempat tersebut dikelola oleh nagari.
* Gelangang/ lapangan olah raga dinagari tanjuang bonai terdapat dalam bentik lapangan bola kaki 4 loaksi dan lapangan volly 6 lokasi/ tiap-tiap jorong. Lapangan tersebut dimanfaatkan anak nagari sebagai sarana olah raga, upacara nasioanl dan shalat hari raya.
* Situs kebudayaan dinagari tanjuang bonai terdapat 3 yaitu: dalam bentuk kuburan keramat 2 buah, lokasi di gunung ledang dan pamasean, kedua batu tagak 1 buah di jorong tanjuang bonai.
* Prasasti dinagari tanjung bonai terdapat satu jenis dalam bentuk tugu segi panjang dengan tinggi 2 meter, berada dijorong tanjuang bonai timur.
* Medan nan bapaneh dinagari tanjuang bonai terdapat 1 lokasi di gunung ledang dalam bentuk lapangan dan sekarang tidak ada lagi karena dimanfaatkan untuk objek wisata dan pemnacar.
* Kerajinan dinagari tanjuang bonai terdapat 5 usaha dalam bentuk kerajinan ketiding, tenun songket, rotan dan bambu, kerajinan pandai besi dan juga terdapat ukiran rumah adat khusus dijorong tanjuang bonai barat.
* Pasar dinagari tanjung bonai terdapat 1 unit yaitu: :pasar ranah batu” yang belokasi dijorong tanjuang bonai utara, merupakan pasar jenis/ tipe A. Sedangkan masukan untuk nagari sekitar 15.000/ minggu dan habis untuk opersaional pasar.
* Masjid dinagari tanjung bonai ada 13 unit, yaitu: dijorong tanjuangbonai utara 4 unit, tanjuang bonai timur 2 unit, tanjuang bonai barat 4 unit, tanjuang bonai 1 unit, pamasean 1 unit dan dijorong tanjuang lansek 1 unit.
* Mushala/ surau dinagari tanjuang bonai terdapat 33 unit.
* Lembaga keuangan dinagari tanjuang bonai terdapat sebanyak 1 unit dalam bentuk KUD (serba usaha) yang dikelola KUD.
* Balai adat dinagari tanjuang bonai terdapat 1 unit. Dengan bangunan permanen berlantai dua, dimana lanati 1 dimanfaatkan untuk kantor wali nagari, kantor KAN.
* Rumah gadang dinagari tanjuang bonai terdapat 20 unit, milik persukuan.
* Rumah penduduk dinagari tanjuang bonai terdapat 2.406 rumah tangga terdiri dari bangunan rumah permanen 65% dan semi permanen 20% dan bangunan sederhana 15%.
* Pandam perkuburan dinagari tanjuang bonai terdapat milik masing-masing persukuan/ kaum.
(Berbagai Sumber)

Minggu, 06 Februari 2011

Silat Lintau dibalik Cerita


Siapa yang tidak kenal dengan olah raga satu ini. Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid. Karena hal itulah catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Di Minangkabau, silat atau silek diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar, di kaki Gunung Marapi pada abad XI. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara.

Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas. Termasuk di daerah minangkabau, khususnya di Lintau. Silat ( silek ) lintau adalah suatu teknik / seni beladiri yang dimiliki oleh masyarakat yang telah diwariskan sejak turun temurun. Dan dikarenakan sifat orang minagkabau yang suka merantau, dengan sendirinya membuat silek lintau bisa berkembang. Hal inilah yang membuat seni silek lintau berkembang sampai kenegara tetangga, yaitu Malaysia.

Di Malaysia sendiri Silat Lintau pertama dikembangkan di Malaysia dan didaftarkan sebagai sebuah persatuan pada tahun 1963. Dan pada mulanya diajarkan kepada umum oleh Haji Abdul Mulok bin Ideham yang berasal dari Minangkabau.

Baru baru ini penulis mengenal seorang Juru Latih Silat / Guru Utama Pertubuhan Seni Silat Lintau Pasir Puteh, Kelantan (PSSLPP) Dr Kamal Shah, dimana beliau ini adalah keturunan Jawa dan memilih Silat Lintau menjadi pilihannya. Dalam beberapa pesan beliau kepada penulis, beliau memberi pandangan bahwa Silek Lintau yang berasal dari Kab. Tanah Datar ini jangan di klaim sebagai berasal dari Malaysia. Hal ini telah beliau perjuangan bersama rekan rekannya di Kelantan untuk tetap mengakui Silat Lintau yang ada di Malaysia benar dan memang berasal dari Lintau, Kabupaten Tanah Datar.

Fenomena ini memang terjadi di daerah Dr. Kamal Shah sendiri, bahwa ada pihak yang sewenang wenang mengklaim Silat Tuo Lintau berasal dari Malaysia. Dan ini sudah dipatahkan sendiri oleh Dr. Kamal Shah “Kami tahu asal usul Silek Tuo Lintau yang sebenarnya dan kami menyangkal segala dakwaan yang dibuat oleh golongan tertentu dalam hal ini” kata beliau di jejaring Skypenya.

Kembali kepada kita sebagai warga Negara Indonesia, mereka yang bukan warga Negara Indonesia terang terangan membela budaya asli Indonesia ini. Sesuatu yang membuat jiwa Nasionalisme tersentak untu tetap membela hak kita dimata masyarakat dunia. Sebagai “ urang minangkabau” penulis tentu bisa mengerti dengan maksud dan tujuan Dr. Kamal Shah melestarikan budaya ini.

Beliau sangat berharap untuk dapat datang ke Indonesia, khususnya ke Lintau untuk dapat “manjajak tapak silek tuo lintau “. Perjuangan beliau di Kelantan tentu harus mendapat dukungan dari kita semua, khususnya orang minagkabau. Termasuk Pihak otoriter Pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, yang kami harap dapat menyambut baik niat tulus rekan rekan dari Kelantan ini.

Semoga niatan baik ini bisa meluruskan permasalahan yang terjadi tentang ada atau tidaknya Silat Tuo Lintau berasal dari Malaysia, kita tidak berharap ada lagi pengklaiman yang menjadi isu Nasioanl antara Indonesia dengan negeri Jiran.
(Aldoris Armialdi)

Kamis, 27 Januari 2011

IKMR RIAU NEWS: SEMINAR ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU


Memasuki awal tahun 2011, Ikatan Keluarga Minang Riau- Prov. Riau kembali menaja suatu acara "SEMINAR ADAT DAN BUDAYA MINANGKABAU" dengan tema: "KESELARASAN DAN PERPADUAN BUDAYA MINANGKABAU DAN BUDAYA MELAYU DALAM KEHIDUPAN ANTAR BUDAYA"
Seminar Budaya ini akan dilangsungkan di Haluan Riau Ballroom, Jl Tuanku Tambusai. Pekanbaru pada hari Sabtu 29 Januari 201 dari jam 07.00 WIB s/d selesai.
Adapun Materi serta pembicara dalam acara seminar ini terdiri dari 3 orang pembicara dengan tiga materi, antara lain:

Bpk Sayuti Dt. rajo Panghulu(Ketua LKAAM Sumbar) dengan materi "Gejala Adat Minang Kabau antara seharusnya dan kenyataan yang berkembang saat ini"

Bpk H.Tennas Effendi (budayawan Riau) selaku pembicara ke2 dengan materi "Keselarasan dan Perpaduan Budaya Minangkabau dan Budaya Melayu dalam Kehidupan antar Budaya"

Bpk Prof. Dr.Azyumardi Azra (Budayawan Minang) pembicara dengan materi "Mendalami Adat Istiadat Minang antara seharusnya dan kenyataan yang berkembang saat ini"

Selain acara penyampai materi tersebut juga ada serangkaian acara antara lain peresmian acara seminar budaya oleh Ketua Umum IKMR, Bpk H. Basrizal Koto, Pembukaan Mubes IWMR Riau, pelantikan Organisasi Artis dan Seniman Minang Riau, serta hiburan yang dimeriahkan oleh Artis2 minang dari kota padang dan Pekanbaru antara lain : An Roys, One dan Ajo Zakir Umbarat, Ryan, Devi Prima, Man RAno, Yarel Sikumbang dan Ecilia.

"Diharapkan seminar ini bisa berjalan lancar, dan kepada Mahasiswa, khususnya IMAMI Riau agar bisa mengikuti seminar ini secara utuh" ucap Bpk Ir.H.Marjoni Hendri selaku Sekum IKMR Riau, saat kami temui di Sekretariat IKMR Riau.
(ekomc)

Kamis, 20 Januari 2011

PENGURUS KAN TANJUNG BONAI TANAH DATAR DIKUKUHKAN



Kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tanjuang Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara periode 2011-2016 yang dipimpin H. Syamsi Dt. Panduko Sarindo, dikukuhkan Ketua LKAAM Tanah Datar Zulfahmi Dt. Rajo Putih, di Aula Kantor KAN Tanjuang Bonai, Senin (17/1).

Hadir pada acara Pengukuhan Pengurus KAN Tanjuang Bonai tersebut Bupati Tanah Datar diwakili Asisten I Hardiman, Camat Lintau Buo Utara Suhermen, unsur Muspika, Walinagari Tanjuang Bonai Zul Irfan, walinagari se-Kecamatan Lintau Buo Utara dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua LKAAM Tanah Datar Z. Dt. Rajo Putiah mengatakan keberadaan KAN di nagari diharapkan segala persoalan yang akan menjadi tantangan dalam adat dapat diatasi. Karena semua unsur pimpinan adat memiliki peran dalam mengatur kehidupan masyarakat adat di nagari.
\"Adanya pengurus KAN di nagari diharapkan akan dapat menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan adat yang ada di nagari,\" ungkapnya.
Disebutkan, KAN sebagai pucuk pimpinan adat di nagari, mengambil peran di tengah masyarakat. Saat ini, sebut Dt. Rajo Putiah, kepengurusan KAN tidak lagi dikukuhkan oleh kepala daerah, tetapi Ketua LKAAM. Hal ini sudah kesepakatan Niniak Mamak.
\"KAN hendaknya dapat memberikan masukan kepada pemerintah nagari dan BPRN dalam pelaksanaan ABS-SBK, membuat kode etik hak dan larangan Niniak Mamak dalam salingka nagari dan lainnya terkait kehidupan bernagari,\" terangnya. (fan/tanahdatar.go.id)

Silat Lintau, Kami Tidak Pernah Klaim



Presiden dan Guru Utama Pertubuhan Seni Silat Lintau Pasir Puteh, Kelantan (PSSLPP) Dr Kamal Shah, hari ini menyatakan bahawa beliau dan seluruh ahli PSSLPP tidak pernah membuat klaim bahawa Silat Tua Lintau yang berasal dari Lintau, Kabupaten Tanah Datar sebagai sebahagian daripada Silat Malaysia.
Kenyataan ini dibuat memandangkan ada pihak yang sewenang2nya memberi pandangan dan amaran supaya tidak mengklaim Silat Tua Lintau sebagai berasal dari Malaysia. Justeru itu, beliau menyeru semua pihak terutama rakan-rakan dari Ranah Minangkabau yang mengenali beliau supaya menenangkan teman2 serta kenalan mereka yang belum mengenali pribadi serta misi beliau untuk melestarikan Silat Tua Lintau di Malaysia.

Silat Lintau mula dikembangkan di Malaysia dan didaftarkan sebagai sebuah persatuan pada tahun 1963. Ianya mula diajar kepada orang ramai oleh Haji Abdul Mulok bin Ideham yang berasal dari Minangkabau.

Dr. Kamal menyatakan rasa kesalnya terhadap mereka yang sering melemparkan kata2 yang berbentuk ugutan serta menggambarkan kebencian kepada dirinya dan PSSLPP. “Kami bukan orang Minang, tapi kami cinta kepada Minang, adatnya, silatnya dan budayanya” kata beliau lagi.

Silat Lintau menjadi pilihan Dr. Kamal yang mempunyai silsilah dari Jawa. Beliau merupakan keturunan kesebelas dari Bintoro Raden Adipati Danu Radjo, seorang pembesar Jawa pada tahun 1820an.

Ujar beliau lagi “walaupun saya warganegara Malaysia tetapi darah yang mengalir ini tetap darah Indonesia, maka apa salahnya saya melestarikan seni budaya yang berasal dari Indonesia”

Beliau juga mengingatkan pihak tertentu di Malaysia agar tidak membuat dakwaan palsu tentang Silat Lintau dan sejarahnya. Ini kerana memang ada yang membuat dakwaan yang tidak berasas dan palsu tentang asal-usul Silat Tua Lintau. Mereka yang membuat klaim sedemikian bukan ahli PSSLP.

“Kami tahu asal usul Silek Tuo Lintau yang sebenarnya dan kami menyangkal segala dakwaan yang dibuat oleh golongan tertentu dalam hal ini” kata beliau lagi.

Siaran berita ini diharapkan akan dapat menyelesaikan segala permasalahan tentang Silat Lintau terutama yang dipimpin oleh Dr. Kamal.

Untuk mengenali Dr. Kamal boleh saja melayari laman Facebook di http://www.facebook.com/group.php?gid=90147930285.

Diharap dengan penjelasan ini, tidak ada lagi pihak yang bersengkata dengan Dr. Kamal dimasa akan datang.

Ayo Lestarikan Silek Tuo Lintau


sumber: message by fb Kamal Shah
(silatindonesia.com)